mas jawa
orang jawa. bukan orang asing bagiku. opa oma tinggal di jawa tengah di mana sebagai pedagang mereka banyak bergaul dengan orang jawa. papi dan mami juga begitu. banyak teman jawanya. tapi di sini, jakarta ini, aku jarang bergaul dengan orang jawa. mereka adalah orang asing. baik, bisa berteman, tapi tak sampai akrab. teman-teman heran kenapa aku akhirnya bisa kopdar dan dekat dengan mas. padahal kata mereka mas bukan satpam, bukan sopir, bukan guru les, ah bukan apapun yang pokoknya menurutku menghina. aku dan keluargaku bukanlah rasis, tapi di kota ini kami jarang bergaul dengan orang jawa, bahkan tetanggaku pun tiada yang jawa. di tk, sd, smp, sma, kuliah, sedikit teman jawaku. tidak bermusuhan tapi tak pernah akrab dekat. lalu hadirlah mas dalam kehidupan dewasaku sebagai wanita dan makhluk sosial. tapi misalkan mas masih muda, lajang, apakah aku berani terang terangan kencan denganmu di mal radius rumahku? menjadi berbeda dari yang lazim itu butuh mental yang kuat ternyata. apalagi aku hanya kekasih gelapmu mas.